Get Adobe Flash player
JADWAL SHALAT  Subuh 04:35 WIB | Dzuhur 11:47 WIB | Ashar 14:59 WIB | Maghrib 17:49 WIB | Isya 18:54 WIB

Politik

Ormas atau LSM Indonesia Rentan Donor Asing

Disinilah peran RUU Ormas untuk memberikan payung hukum agar ormas diberdayakan karena dalam RUU Ormas ada bab khusus yang mengatur soal pemberdayaan ormas

Senin, 11 Maret 2013 16:35 sam | tjo|
Ormas atau LSM Indonesia Rentan Donor Asing
lustrasi LSM Asing berdemo
Jakarta, POL

RESIKO kerentanan eksistensi organisasi kemasyarakatan (ormas) atau lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Indonesia adalah ketergantungannya yang sangat tinggi terhadap lembaga donor asing. Akibatnya, ormas dan LSI itu cenderung mengikuti mainstream kebijakan yang ditetapkan oleh donornya.

"Kondisi ini sebagai konsekuensi hubungan antara pemberi dan penerima dana. Namun, untuk jangka panjang kondisi ini kurang baik karena ormas atau LSM menjadi tidak mandiri," kata anggota Pansus RUU Ormas dari unsur pemerintah Bahtiar.

Ia mengingatkan, ketika dana donor asing tersebut berhenti maka aktivitas ormas atau LSM lokal yang baik tersebut bisa serta merta berhenti mati seketika. Pada sisi lain, tingkat ketersediaan dana publik dari dalam negeri untuk pembiayaan ormas dan LSM terbatas.

Ditambah lagi masih rendahnya kemampuan ormas dan LSM dalam menggalang kepercayaan publik dalam negeri untuk membantu aktivitas ormas.

Karena itu, menurut Bahtiar yang juga Kepala Subdit Ormas Ditjen Kesbangpol Kemendagri, pertanyaannya yang relevan adalah bagaimana cara melepaskan ketergantungan ormas Indonesia dari jeratan dana donor serta bagaimana menjaga kesinambungan hidup ormas yang baik agar tetap eksis.

"Disinilah peran RUU Ormas untuk memberikan payung hukum agar ormas diberdayakan karena dalam RUU Ormas ada bab khusus yang mengatur soal pemberdayaan ormas," ujarnya. 

Dibaca 311 kali

Pelita Online hari ini
Tinggalkan komentar....
Politik
Dianggap Lecehkan Partai Lain, Demokrat Dapat Warning

Dianggap Lecehkan Partai Lain, Demokrat Dapat Warning

“PD sebaiknya berkaca diri. Sebagai partai yang terkatrol dengan berbagai dugaan skandal, mulai Century, IT KPU hingga mafia Pemilu apakah mampu bertahan melawan jaman," kata Bambang Soesatyo.