Get Adobe Flash player
JADWAL SHALAT  Subuh 04:35 WIB | Dzuhur 11:47 WIB | Ashar 14:59 WIB | Maghrib 17:49 WIB | Isya 18:54 WIB

Politik

Skenario Pilkada Bali Berujung Ke MK

Gugatan merupakan sebuah skenario dari pihak lain untuk menghendaki agar PDIP bisa menyelesaikan sengketa pilkada di MK.

Senin, 27 Mei 2013 16:25 zak | hsn|
Skenario Pilkada Bali Berujung Ke MK
Siasana sidang sengketa Pilkada Mahkamah Konstitusi.
Jakarta, POL

MAHKAMAH Konstitusi IMK) kembali menerima pengaduan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) terkait hasil rekapitulasi suara Pemilihan Kepala Daerah Bali, pada 15 Mei 2013.

Sebenarnya dalam urusan gugat-menggugat ini bukanlah keinginan dari PDIP. Gugatan merupakan sebuah skenario dari pihak lain untuk menghendaki agar PDIP bisa menyelesaikan sengketa pilkada di MK.

Menurut pengakuan dari Wakil Sekjen DPP PDIP Hasto Kristianto di Denpasar, bahwa kandidat Cagub dan Cawagub Anak Agung Ngurah Puspayoga-Dewa Nyoman Sukrawan, tidak memberi ruang pada pihak yang keberatan dengan hasil rekapitulasi suara tersebut untuk di sengketakan.

Ia pun tetap tidak diberi ruang sebagaimana yang diamanatkan partai, walau sudah membawa data-data lengkap saat pleno KPU.

Persoalan ini sudah ke MK karena sebelumnya sudah di skenariokan dan kejadian ini merupakan imbas dari tidak ditampungnya aspirasi mereka ketingkat bawah.

“Jika bukan karena skenario yang sudah didesain, kenapa hanya diminta untuk mencocokkan data melalui formulir C1 PDIP sama sekali tak diperkenankan,“ ujarnya di Denpasar, dikutif dari Antara.

Yang lebih mengherankan Hasto, ketika dirinya meminta pengecekan rekapitulasi, namun semuanya ditutup dan disarankan untuk menyelesaikannya di MK.

Berdasarkan peraturan KPU, koreksi kekeliruan dalam formulir C1 wajib ditindaklanjuti secara langsung di tempat.

Dibaca 418 kali

Pelita Online hari ini
Tinggalkan komentar....
Politik
Tifatul: Jangankan Reshuffle, Mati pun Saya Tak Takut

Tifatul: Jangankan Reshuffle, Mati pun Saya Tak Takut

Tifatul mengaku akan tetap setia mengawal pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hingga 2014, meski dirinya dan seluruh menteri asal PKS dicopot pada reshuffle mendatang.