Get Adobe Flash player
JADWAL SHALAT  Subuh 04:35 WIB | Dzuhur 11:47 WIB | Ashar 14:59 WIB | Maghrib 17:49 WIB | Isya 18:54 WIB

Politik

Pidato Pertama Mursi Paska Kudeta Militer Mesir

“Dan sekarang, ada usaha-usaha untuk menghentikan perundang-undangan ini, menolak dan membekukannya, maka saya sangat tidak setuju, saya menentang segala usaha tersebut. Apa yang terjadi? Apakah kita ingin terjadi pertumpahan darah? Tentu tidak,” ujarnya.

Jumat, 5 Juli 2013 15:00 nur I hrm|
Pidato Pertama Mursi Paska Kudeta Militer Mesir
Pidato Muhammad Mursi
Kairo, POL

MANTAN Presiden Mesir Muhammad Mursi dinyatakan sebagai tahanan rumah, pengganti Husni Mubarak itu merilis pernyataan melalui video amatir, yang diunggah ke laman Youtube.

Dalam risalahnya yang disampaikan dalam Bahasa Arab, Mursi menyampaikan beberapa hal terkait gejolak politik di negerinya, sebagaimana diberitakan Hidayatullah Kamis (4/7/13).

“Saya sampaikan risalah ini untuk segenap penduduki Mesir, baik pendukung maupun penentang, bagi siapa saja yang mengharapkan kemerdekaan dan keadilan sosial, yang berharap anak cucu bangsa kelak akan memimpin Negeri ini, sehingga mempunyai kesempatan untuk mengusai berbagai hal yang memang menjadi hak negeri Mesir.”

Muhammad Mursi juga mengingatkan sejarah Mesir yang sangat penting, di mana adanya kebangkitan revolusi setelah sekian lama tertindas di bawah rezim militer.

“Sungguh bangsa Mesir telah tertindas, sungguh bangsa ini telah ditindas, berkali – kali begitu lamanya. Kemudian sejarah mencatat revolusi besar Mesir, yang terjadi pada 25 Januari 2011 lalu, di mana kita semua turun dan membanjiri seluruh jalanan kota, menuntut agar pengusa zalim dan mujrim turun dan meninggalkan kekuasaannya, dan kita telah berhasil.”

Tak lupa, ia mengatakan, bahwa tumbangnya Presiden Mubarak masih menyisakan banyak pegawai dan orang-orang Orde Lama di bekas pemerintahan tersebut. Menurutnya, mereka masih banyak tersisa, terus bergerak dan bergerilya.

“Kemudian kita berhasil melakukan pemilihan yang resmi, merdeka, dan sah, disaksikan oleh Mesir dan Negara Internasioanal. Dan mengangkat Presiden resmi Mesir dengan cara tersebut,” tegasnya.

Mursi juga mengatakan bahwa dia telah mengoptimalkan segala daya dan upaya untuk kebaikan Mesir.

Mursi mengingatkan Undang-undang telah disepakati oleh 64 % penduduk Mesir, maka harus dihormati oleh semua penduduk. Untuk kemudian bersama bergerak maju menuju prestasi gemilang.

“Kita sekarang hidup di masa demokrasi, demokrasi dalam arti sebagaimana dunia tahu dan mengartikannya, yaitu mengambil suara terbanyak, menampung suara rakyat, kemudian mengumumkan (memutuskan) hasil, dan sudah diputuskan.”

“Dan sekarang, ada usaha-usaha untuk menghentikan perundang-undangan ini, menolak dan membekukannya, maka saya sangat tidak setuju, saya menentang segala usaha tersebut. Apa yang terjadi? Apakah kita ingin terjadi pertumpahan darah? Tentu tidak,” ujarnya.

Dengan mengklaim masih sebagai Presiden resmi Mesir, Mursi mengatakan; “Saya Presiden Mesir, saya perintahkan kepada seluruh masyarakat, elemen pemerintahan, terutama militer dan kementrian dalam negeri, hendaknya menghormati Undang-undang yang sudah kita sepakati semua 25 Desember 2012 lalu, dan Revolusi besar 25 Januari 2012.”

“Saya di sini bersama kalian, dari beberapa bulan yang lalu, beberapa minggu, beberapa hari, bahkan sampai sekarang, saya selalu bersama kalian, siap untuk duduk bersama mencari jalan keluar dari semua ini. Tidak ada penghalang bagi saya untuk melakukan hal tersebut, tidak ada sama sekali sebagimana telah saya jabarkan di atas. “

“Saya tidak rela bila kalian saling berperang, bahkan saya perintahkan kalian untuk tidak saling berperang. Saya tidak rela bila kalian mundur ke belakang, dan saya tidak akan menerima bahwa ada Undang-undang baru. Undang-undang dasar yang selalu berubah dalam hitungan bulan tidak lain adalah faudhah, tidak memiliki dasar hukum sama sekali.”

Dibaca 598 kali

Pelita Online hari ini
Tinggalkan komentar....
Politik
Klaim Menang, Jokowi-JK Keok di Malaysia

Klaim Menang, Jokowi-JK Keok di Malaysia

Prabowo-Hatta unggul dalam Pilpres di Malaysia berkat pemilihan melalui pos dengan meraih 39.671 suara, dan Jokowi-JK meraih 3.709 suara.